Aku mencari diriku.
Dalam hening malam.
Dalam sujudku yang panjang.
Dalam doa penuh kesyahduan.
Saat teruji, hati ini lemah.
Rebah.
Jiwa ini terdera.
Terasa beratnya dugaan Allah.
Beratnya ujian Dia.
Panjangnya jalan hidup ini untuk ditempuhi..
Kadang terfikir untuk
berhenti. Berhenti dari mencuba. Berhenti dari berjalan di atas jalan itu.
Tapi, saat aku menoleh ke
belakang, terlihat jejak yang aku tinggalkan.
Terasa panjangnya jalan hidup
ini telah mendewasakan aku.
Saat aku menoleh kebelakang,
terlihat wajah-wajah yang setia disisiku.
Terlihat dia yang setia
menemani. Dia yang setia mendoa dari jauh. Dia yang mengharap sebuah kejayaan.
Lalu, tertanya diriku.
Jalan ini sudah terlalu
panjang.
Sudah hampir ke penghujung.
Kenapa harus menyerah? Kenapa
harus berputus asa?
Siapa aku untuk meramal masa
depan?
Kenapa harus mengeluh dengan
takdir hidup?
Bukankah Allah yang mengatur
takdir hidup ini? Pada siapa aku menyalahkan perjalanan hidup ini?
Dan, aku harus bangkit dari
kekecewaan semalam.
Jadikan luka semalam itu
pemangkin kepada sebuah kejayaan.
Andai ia ditakdirkan milikku,
pasti akan kumiliki.
Berserahlah. Tapi berusaha
sebelum menyerah. Berdoalah.
Bukankah kau telah berusaha?
Bukankah kau telah mencuba?


No comments:
Post a Comment